
Keluargaku masih lengkap, ada bapak, ibu, kakak dan 2 orang adek. Satu kakakku telah lebih dahulu mininggalkan dunia ini karena sakit yang seketika itu parah, dua bulan sakit dan akhirnya meninggal.
Aku ingin keluarga yang bahagia, itu merupakan impianku sejak kecil. Sering kali aku menganggap keluarga ini kurang harmonis. Perasaan ini telah timbul lama sebenarnya namun baru kali ini aku berani menuliskannya. Sebenarnya dulupun pernah namun aku buang karena tulisanku ketahuan.
Dulu kalau tak salah ingat masa SMP aku pernah merasa dianak tirikan. Karena sering aku lihat ibuku lebih menyukai kakaku (mas Anton) yang telah meninggal dari pada aku. Tiap berangkat sekolah ditanyain dan sering dibanggakan. Ternyata perasaan itu tak hanya aku yang merasakannya. Kakakku yang pertama juga merasakan hal sepertiku. Pernah dulu dia marah dan sampai mempertanyakan hal tersebut. seiring waktu berjalan, dan akupun mulai bisa berfikir jernih ternyata anggapan itu lenyap. Aku sadar ibuku memang akan lebih memperhatikan anak yang memang lebih membutuhkan perhatian sampai-sampai yang lain bisa saja terabaikan, itu nggak masalah bagiku.
Namun, ada yang sampai saat ini aneh bagiku. Kakakku dan aku pula merasahan hal yang sama dengan sikap ibuku yang sama sekali ga friendly pada anggota keluarganya sendiri. Padahal dia sangat baik dengan orang lain. Contohnya, dia suka bicara dengan nada keras, suka mbentak dan raut mukanya tak menampakkan kehangatan. Mungkin ini memang bawaan dari lahir, udah tabiatnya gitu kali ya? Namun ternyata semua, baik kakakku, adeku bahkan bapakku sendiri sebenarnya mempermasalahkan hal ini. Aku masih ingat dulu pernah ada kejadian, waktu itu aku masih kecil, entah karena apa aku nangis lama banget sambil tiduran dikursi meja makan yang tertata. Tak sengaja aku mecahin gelas dan ternyata gelas milik sodara sebalah, seketika itu pula aku dimarahin habis-habisan sampai tetangga sebalah mendengarnya dan akhirnya pemilik gelaspun datang dan mengatakkan tak apa-apa namun ibuku tetap saja memarahiku sampai sore.
Sebenarnya keluargaku jarang sekali bertengkar, dan jika bertengkarpun hanya saling diam. Waktu SMA dulu aku sering kali didiemin ibuku, Cuma gara-gara nggak boleh pacaran namun akhirnya aku punya pacar. Lucu lagi kalau bapak sama ibu yang lagi berengkar, sama juga hanya diam. Kadang aku kasihan juga sama ibuku karena sering kali dipecundangi bapaku. Maklum sisa budaya patriarkinya masih sangat kuat jadi sebagaimanapun perjuangan ibu dan anak-anaknya mempertahankan suatu hal pasti tetap saja bapak yang paling menang. Namun pada akhirnya ibu ku bisa diam seribu kata sampai berhari-hari.
Jujur saja dari lima anak dikeluargaku ini hampir semua menjadi pribadi yang sangat individual termasuk aku juga. Mas Anton (kakakku yang telah meninggal) dulu sering tak pulang kerumah karna mungkin memang suasana rumah yang jauh dari ketenangan. Semua orang sibuk diluar dan malas untuk pulang kerumah. Paling betah dirumah 3 hari itu pun terhitung sudah sangat lama.
Aku sendiri kadang bosan dirumah karena sebenarnya malas melihat pemandangan dan kelakuan yang demikian. Pernah satu bulan yang lalu, mba iparku marah karena tak bisa menerima sikap ibuku yang demikian. Ibuku sendiri sampai nangis karena diomelin balik sama mba iparku itu. Tapi yang aku heran, sampai ada pertengkaran yang demikian namun ibuku tak juga mengubah sikapnya itu.
Aku sendiri kadang merasa kebal dengan sikap ibuku yang demikian. Namun kadang aku kasihan melihat adek-adeku. Tiap pagi sebelum berangkat sekolah sudah dijejali dengan omelan-omelan kecil. Kadang adeku yang SMP tak peduli dengan ocehan ibuku. Namun adeku yang paling kecil kadang menangis.
Dan barusan aku kekamar ibuku, menanyakan perihal selamatan 40 hari kematian kakakku akan dilaksanakan pada hari apa. Dan seperti yang biasanya, dia diam sejenak dengan muka yang musam, setelah itu dia jawab ‘katanya malam selasa!’ tentunya dengan nada khasnya yang ketus. Dan pada detik ini sebenarnya aku ingin mengatakan semua kegelisahanku ini, namun aku masih takut. Takut malah balik diomelin dan dikira menggurui orang tua. Bagaimana ya?


1 comments:
kisah hidup kita hampir sama ya hahaha sabar ya broh! everything will be fine :)
godtrustandlove.wordpress.com
Post a Comment