
Aku mencoba untuk melupakan kejadian kemarin yang membuatku sangat muak. Hari ini aku memuuskan berada dikos, dan hanya membaca beberapa buku yang aku beli kemarin. Jam 9.00 wib, waktunya minum obat pikirku. Aku mencoba beranjak dari tempat tidur yang kadang kurang nyaman. Akupun keluar, menuggu sapa tau ada tukang jajan yang mapir. Setelah beberapa lama ku tunggu, akhirnya akupun keluar untuk membeli makanan.
Dikosku yang sekarang tak banyak penjual makanan. Hanya ada tantene, anglo, ulam, dan 2 warung nasi, setidaknya itu yang aku liyat. Aku cukup nyaman berada dikos ini, tenang dan mungkin cocok buat meditasi.
Hamparan sawah, kolam ikan, dan gerimis siang ini cukup menyegarkan pikiranku. Sampai-sampai aku telah menyelesikan satu novel karya Mustafa Mahmud ‘lelaki dititik nol’. Tak terlalu paham, karena banyak menceriakan tenang ilmuan, atom dan sampai ada atom cinta segala. Tapi tragis juga manakala sang ilmuan mengorbankan diri demi kebanaran yang ia yakini yang akhirnya menjadikanya hilang menjadi gelombang magnetic. Merelakan meninggalkan istri dan keluarganya.
Setelah hujan reda, akupun memutuskan keluar untuk sekedar main di tempat Ika. Biasa, sedikit nggosip biar ga pusing.


0 comments:
Post a Comment